0

KANDUNGAN LEMAK PADA BUAH ALPUKAT DAN MANFAATNYA

Ketika mendengar kata lemak, pikiran kita biasanya langsung tertuju pada hal-hal negatif seperti kegemukan, kolesterol dan sesuatu yang merugikan bagi kesehatan. Namun sebenarnya lemak juga fungsi dan manfaat bagi tubuh manusia.
Lalu apa sebenarnya lemak itu? Menurut laman Wikipedia, lemak adalah sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya vitamin A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.
Fungsi utama lemak adalah sebagai zat pembangun, penghasil energi, melarutkan vitamin, cadangan makanan dan pelindung tubuh. Untuk penjelasannya, akan kami buatkan artikel khusus yang membahas tentang jenis-jenis lemak dan fungsi lemak bagi tubuh.

 

Buah Alpukat

Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan buah berukuran sedang ini bisa berisi 22 gram lemak. Buah ini juga menyediakan 20 manfaat kesehatan penting, di antaranya meningkatkan nutrisi termasuk serat, kalium, vitamin E dan B, serta asam folat.

 

Beragam Kandungan Gizi Buah Alpukat

Sebelum kita membahas tentang manfaat buah alpukat, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu akan kandungan-kandungan yang dimiliki oleh buah alpukat. Berikut kandungan gizi yang dimiliki buah alpukat:

Kalori sebanyak 85,00 kal

Lemak sebanyak 6,50gr

Protein sebanyak 0,09gr

Kalsium sebanyak 10,00mg

Zat besi 0,90mg

Karbohidrat sebanyak 7,70gr

Serat sebanyak 1,40gr

Air sebanyak 84,30gr

Vitamin A sebanyak 180,00 SI

Vitamin B1 sebanyak 0,05mr

Vitamin C sebanyak 13,00mg

Dari kandungan-kandungan yang dimilki buah alpukat, tidak heran jika manfaat buah alpukat sangat banyak baik bagi kesehatan tubuh maupun produk kecantikan. Di bawah ini beberapa manfaat buah alpukat bagi kesehatan tubuh kita:

1. Menjaga kesehatan mata

Seperti yang telah dikatakan diatas bahwa buah alpukat memilki kandungan vitamin A sebanyak 180,00 SI.Tentu hal ini sangat membantu bagi kesehatan mata kita. Selain itu vitamin A juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya radikal bebas atau macula pada mata kita.

2. Melindungi kesehatan jantung

Manfaat buah alpukat juga dapat memelihara kesehatan jantung kita. Hal ini dikarenakan buah alpukat mengandung folat yang berperan sebagai pelindung jantung kita agar tetap sehat.

3. Melindungi tubuh dari penyakit kanker

Seperti yang kita ketahui, buah alpukat mengandung vitamin C, Vitamin E, asam folat serta antioksidan. Tentu hal ini bermanfaat untuk mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh seperti misalnya kanker mulut.

4. Menjaga kestabilan tekanan darah

Buah alpukat juga bermanfaat bagi para penderita Hipertensi. Hal ini dikarenakan buah alpukat mengandung Potassium yang berperan untuk menjaga kestabilan tekanan darah.

5. Menurunkan kadar kolesterol jahat

Manfaat buah alppukat juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Meskipun dalam buah alpukat terdapat lemak, namun lemak tersebut merupakan lemak tidak jenuh tunggal. Jadi, meskipun ketika kita mengonsumsi buah alpukat akan merasa kenyang nantinya, akan tetapi hal ini tidak akan meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh kita. Bahkan mengonsumsi buah alpukat dapat mengurangi kolesterol jahat tersebut. Nah, bagi anda yang bermasalah dengan kolesterol anda, ada baiknya anda mengonsumsi buah alpukat ini secara rutin.

6. Mengontrol gula darah

Kandungan lemak tidak jenuh yang terdapat pada buah alpukat tidak hanya bermanfaat untuk menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh saja, akan tetapi juga berfungsi untuk mengembalikan resistensi insulin sehingga nantinya dapat mengontrol gula darah kita. Buah alpukat juga mengandung serat yang mana serat disini mampu mempertahankan tingkat gula darah agar tetap normal.

Jika sudah demikian, saatnya anda memanfaatkan buah alpukat ini untuk menunjang kesehatan anda menjadi lebih baik.

http://www.gen22.net/2013/04/manfaat-buah-alpukat-kandungan-nutrisi.html

Advertisements
0

Ciri-ciri Cacing pipih Platyhelminthes

Ciri-ciri Cacing pipih ( Platyhelminthes ) – Platyhelminthes merupakan kelompok cacing yang struktur tubuhnya paling sederhana. Kata Platyhelminthes berasal dari bahasa Latin, platy (pipih) dan helminthes (cacing atau vermes), sehingga kelompok ini disebut cacing pipih. Dibandingkan denga Filum Porifera dan Cnidaria, organisasi tubuh cacing pipih ini sudah sedikit lebih maju.

Platyhelminthes memiliki tubuh pipih, lunak, simetri bilateral dan bersifat hermaprodit. Tubuh dapat dibedakan dengan tegas antara posterior dan anterior, dorsal dan ventral. Bersifat tripoblastik, dinding tubuh terdiri atas 3 lapisan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

Sistem pencernaan makanan gastrovaskuler, tidak memiliki rongga tubuh. Alat ekskresi berupa sel-sel api dan belum punya alat peredaran darah maupun alat respirasi. Hewan cacing pipih ini menggunakan seluruh permukaan tubuh untuk melakukan pertukaran gas antara tubuh dan lingkungan secara difusi.

Sistem pencernaan belum sempurna, yaitu terdapat mulut, rongga pencernaan, namun tidak memiliki anus.

Sistem ekskresi pada cacing pipih terdiri atas dua saluran ekskresi yang memanjang bermuara ke pori-pori yang letaknya berderet-deret pada bagian dorsal (punggung). Kedua saluran ekskresi tersebut bercabang-cabang dan berakhir pada sel-sel api (flame cell).

Sistem saraf berupa tangga tali yang terdiri dari sepasang ganglion otak di bagian anterior tubuh. Kedua ganglion dihubungkan oleh serabut-serabut saraf melintang dan dari masing-masing ganglion membentuk saraf tangga tali yang memanjang ke arah posterior. Kedua tali saraf ini bercabangcabang ke seluruh tubuh.

Continue reading

0

Pemanasan global

Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Continue reading